Tulisan

image by Enrique Meseguer 


MIMPI


dalam tidur

aku ingin mimpi

jadi obor

bagi terang

jalan

menyusuri

rimba

katakataMu



ANGIN YANG BERDEBU


angin berdebu

adalah perih rindu

diringkusnya airmata

dalam pelupuk duka

 

udara berasap

adalah derap paru-paru

yang senggal. Nasib selalu gelap

dan tak menentu

 

apakah nasib bagi perpisahan?

semata garis putus

bagi pertemuan

 

angin berdebu

adalah perih rindu

diringkusnya airmata

dalam lubuk cinta

 

dieramnya ke dalam desir kata-kata


MEMANDANG CAKRAWALA DI PANTAI BRANTA

 

pada cakrawala yang telah jadi pudar

kutemukan sebuah puisi

saat waktu bergulingan di remang

saat nelayan pulang dilamuri riak gelombang

 

o, kibaran layar perahu nelayan

membuat langit bagai bergoyang

o, ombak selat Madura

memanggil segala angin, segala ingin

lautmu lautku juga. laut kita semua ada

 

tapi dari pusar arus, kutemukan sebuah nadi putus

nadi yang berdenyut dari rimbun akar bakau

diterjang sengit tambang pasir & bangunan pesisir yang kacau

 

hari ke hari adalah mimpi buruk

bagi nasib baik yang dikeruk

bagai ketam di liang

menunggu hari penghabisan

 

hari telah jadi malam

tapi tak ada malam dalam jam

hanya jejak kelam nasib nelayan

tertinggal di pasir hitam


Pamekasan, 2020


Penulis : 

Dira Muslima, seorang Ibu Rumah Tangga memiliki tiga orang anak. Lahir di Pamekasan, dan kini bermukim di sebuah rumah peninggalan orang tua. Suka menikmati perbukitan dan pantai secara bersamaan.


image taken from https://pixabay.com/illustrations/gothic-fantasy-dark-forest-sea-1305040/