Tulisan

Puisi-Puisi Pringadi Abdi Surya

Kura-Kura dalam Tubuhmu


Malam-malam sekali ada ombak berjalan ke tubuhmu. Aku pikir itu laut yang tiba-tiba kalut dan takut kalau hujan tak lagi mau turun. Hujan pasir. Hujan lambaian nyiur di pantai itu, yang diam-diam memanggil kura-kura ke pinggiran. Meninggalkan telur. Menyampaikan rindu yang lain dari bekas-bekas tetasan yang tak pernah kembali. 


Kura-kura itu berjalan ke tubuhmu. Aku takut kura-kura itu akan memakanmu yang sedang lelap dalam tidur memimpikan sepasang kepiting yang tak lagi berjalan miring. Kepiting anjing yang menggonggong malam-malam. Kepiting kuda yang meringkik meminta penggembalaan seperti domba-domba lain yang pernah kauceritakan dalam suratmu itu. 


Malam-malam sekali bantal itu berkhianat pada janji untuk memberimu sepasang mimpi lain tentang caranya bercinta sambil melenguh-lenguhkan namaNya sebelum ada kura-kura yang berjalan ke tubuhmu. Kura-kura itu mungkin sekali adalah gadis empat belasan yang pernah kau cumbui di halaman sekolah. Lalu kau bekap ia dengan sebuah bantal yang kini berkhianat di tidurmu.



Selamat Natal, Mrs. Pringadi


Aku berikan hatiku kepadamu. Barangkali seperti matahari yang tujuh tahun lalu masih sama saja terbit dan terbenamnya di jendela itu yang kusam dan berdebu. Matahari yang keluar dari televisi yang hitam putih. Matahari dari lampu teplok yang genit. Matahari yang lenyap di sofa tua, meja makan, kursi roda, karpet bulu domba, dan ingatan. Aku rindu perapian. Perapian kehilangan matahari. Matahari lari lewat jendela. Kau juga. 


Yesus mati di bulan Juni. Aku ucapkan selamat Natal padanya. Kau cemberut. Padahal aku sudah berikan hatimu kepadamu. Tetapi kau minta ucapan selamat Natal juga. Aku bedoa pada cemara supaya Natal tidak di Juni saja. Aku takut Juni marah-marah. Aku takut Juni tidak hujan lagi. Aku takut Juni akan melupakan aku. Aku meratapi kalender yang memerangkapi Juni. Aku coba jadi tanggal tiga satu. Aku tersungkur di ujung sepatu laki-laki.

Laki-laki itu berseragam merah. Janggutnya putih. Dia bilang habis membunuh. Mantel putihnya jadi merah semua. Dari mana kamu, dia bilang dari kutub utara naik rusa. Aku tidak percaya sebab cuma ikarus yang bisa terbang dari kutub utara. Kutub utara boleh jadi ada di cerobong asap katanya seperti ceramah. Aku tertidur.

Aku bangun. Ada amplop cokelat di meja makan. Aku sudah beberapa jam tidak makan dan merasa tidak kelaparan. Aku makan salju. Aku makan perapian. Aku makan jendela. Aku makan matahari itu. Aku makan istriku, ya istriku yang meminta ucapan selamat natal itu.



Sajak Kemarin

Kemarin ingin membunuhku. Kemarin mengendap-endap di atas atap. Kemarin menyamar jadi bayang bulan. Kemarin mengetuk pintu, "Selamat Malam, Bapak Pringadi, Anda belum tidur juga?" ucapnya sambil menodongku dengan sebuah pistol.


Aku kebal senjata, kecuali garpu. Aku takut garpu. Aku takut meja makan. Aku takut sepiring tenderloin. Aku takut bau kokain. Tapi, aku tidak takut pistol. Aku tidak takut bom. Aku tidak takut nuklir. Setiap hari aku makan nuklir di kolong tempat tidur. Setiap hari aku minum bensin di kamar mandi. Bensin yang ngalir dari kran itu, kecuali darah. Aku tidak mau gosok gigi dengan darah.

Kemarin diam saja. Mungkin kehabisan ide. Aku bawakan kertas dengan pensil. Ia miminta sepasang bolpoint. Ia mendongku dengan bolpoint. "Selamat Malam, Bapak Pringadi, tolong tandatangani kematian Anda di sini?" Aku lupa caranya tanda tangan. Aku menawarkan cap jempol. Aku menawarkan kecupan bibir. Aku menawarkan seks kertas lima menit saja.

Aku buka baju buka celana buka lemari yang menyimpan kelaminku tetapi kosong aku cari di laci baru ketemu dan kupasang pada tempatnya. Sepertinya kemarin kebingungan. Aku ambil kesempatan menembakkan pistol itu ke wajahnya yang ditutup-tutupi.

Kemarin mati. Aku membunuh kemarin. Wajahnya aku kenali. Aku.



Biodata Singkat

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus. Buku terbarunya berjudul Sejumlah Pertanyaan tentang Cinta (Elexmedia, 2019).


Sumber foto https://pixabay.com/photos/christmas-turtle-stuffed-animal-1909839/